Ini cerita tentang saya dan ibu dari pacar saya. Jadi begini ceritanya, pacar saya adalah anak dari guru bahasa Inggris saya di Sekolah Dasar. Hari itu adalah hari pertama saya dipertemukan kembali dengan si Ibu Guru. Mascab, begitu saya memanggil pacar saya, sedang mandi. Jadi, tinggallah saya di ruang makan bersama Ibu Guru. Hmm…kira-kira saya harus memulai percakapan apa ya biar akrab?? Aaah…begini, saja:
Saya : “Oh ya Bu, siapa saja Guru yang sekarang masih mengajar di SD Awan XII (nama disamarkan)?”
Ibu Guru : “Oh, ada Ibu Lulu (nama samaran)…ingat?”
Saya : “Hmm….nggak, hehe”
Ibu Guru : “Bu Lulu…guru ngaji itu loh. Masa ga ingat.”
Saya : “Ooo…. (tersenyum melas)…nggak ingat.”
Ibu Guru : “Sama…Bu Yuli (nama samaran juga).”
Saya : (dalam hati: duh, mampus, siapa lagi itu?) Itu guru yang mana ya Bu?”
Ibu Guru : “…………..”
Saya : (dalam hati: ampuuuuuuun…kenapa jadi gini sih?)
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah…
tanggal 10 bulan 10 dua ribu 10
Best make up artist? yeah…
tapi apa nggak berat tuh mata digandul-gandulin mata palsu?
ouch ouch ouch…
Robert Schwartzman from Rooney, but i prefer call him Michael Moscovitz from Princess Diaries
My eighth look @ looklet, before i suddenly stoped looklet-ing for a while.
My seventh look @ looklet